Tag: F1

Dipecat oleh Manor Keluarga Rio Haryanto Pusing

Keputusan didepaknya Rio Haryanto oleh Manor Racing dari posisi pembalap utama Sbobet Mobile membuat keluarga Rio hanya dapat pasrah saja. Sang ayah, Sinyo Haryanto mengakui bahwa dirinya pusing memikirkan karir sang anak di ajang lintasan jet darat.

Manor Racing telah menggantikan posisi Rio sebagai pembalap tama setelah pembalap yang berasal dari kota Solo itu tidak dapat memenuhi deadline pelunasan utangnya sebesar 7 juta Euro agar tetap dapat mengikuti balapan di Formula One selama satu musim penuh.

Tim yang berasal dari Inggris itu telah memberikan deadline kepada Rio untuk melunasi pembayaran hingga GP Hungaria agar semua syarat agen Sbobet untuk tampil penuh di F1 dapat dilakukan. Tetapi Manor masih memberikan peluang kepadanya hingga GP Jerman, meskipun Rio belum melunasi tunggakannya.

Dalam pesan Whatsapp-nya sang ayah menyatakan pikirannya mumet (pusing) sembari mengirimkan simbol emoticon yang sedang memperlihatkan dirinya sedang pusing.

Mengenai apa langkah selanjutnya dari Rio apakah akan kembali ke Indonesia ataupun menerima tawaran dari Manor Racing menjadi pembalap cadangan, sang ayah tidak mau menjawab lebih jauh.

Memang rumah pribadi keluarga Rio Haryanto yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Solo, menjadi sepi setelah Manor Racing memutuskan kontrak atas pembalap berusia 23 tahun itu. Pagar rumah kediamannya terlihat tertutup rapat dan rumah tampak sepi. Hanya terlihat seorang petugas keamanan Teman Judi yang berjaga di pos jaga.

Menurut pengakuan petugas keamanan yang bersama Zeni yang ditemui di depan rumah keluarga Rio Haryanto pada Rabu malam (10 Agustus 2016), orang tua Rio yaitu Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati sedang tidak berada di rumah karena keduanya sedang berada di Jakarta. Di rumah ini hanya ada kakak Rio yaitu Rian.

Apakah Ocon Pantas Menggantikan Rio Haryanto di Manor?

Manor Racing telah memilih Esteban Ocon untuk menggantikan posisi Rio Haryanto sebagai pembalap yang mendampingi Pascal Wehrlein. Meskipun usia Ocon yang baru 19 tahun namun ia telah dianggap pantas untuk bersaing dalam ajang jet darat tersebut.

Sejak bulan Februari 2016 yang lalu, Ocon telah dipinjamkan oleh Mercedes ke Renault dengan status sebagai pembalap cadangan. Setelah itu ia dipilih menjadi pengganti Rio Haryanto yang telah didepak oleh Manor karena gagal melunasi pembayaran agar tetap dapat tampil hingga akhir musim di Formula One 2016.

Pembalap yang berasal dari Perancis itu akan berada di bawah bendera mobil Manor Racing hingga seri terakhir tahun 2016 ini di sirkuit Yas Marian, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dave Ryan sebagai Direktur Balap Manor Racing memuji Ocon sebagai pembalap yang lagi naik daun dan akan melengkapi daftar pembalap berpotensi yang dimiliki oleh Manor Racing.

Sebagai pengganti Rio Haryanto, sesungguhnya karir dan prestasi dari Ocon ternyata ia pernah ambil bagian dalam latihan bebas pertama di Grand Prix Abu Dhabi pada tanggal 21 November 2014 dengan membalap membela Lotus F1.

Ia juga pernah ikut serta dalam tes mengendarai mobil Force India di Barcelona pad 2015. Kemudian ia juga sempat menjadi pembalap penguji Mercedes sebelum akhirnya pada awal tahun ini dipinjam ke Renault sebagai pembalap penguji juga.

Prestasi Ocon sendiri memang gemilang, ia menjadi juara Seri GP3 tahun lalu dalam usia yang cukup muda yaitu 18 tahun. Sebelumnya ia juga pernah menyabet gelar juara Formula 3 Eropa di tahun 2014, yang saat itu membuat namanya menjadi diperhitungkan di ajang balap jet darat.

Berbeda dengan Rio, memang Ocon belum pernah merasakan panasnya persaingan di Seri GP2. Dalam ajang GP3, prestasi paling baik yang berhasil diraih oleh Rio Haryanto adalah berada di posisi kelima pada tahun 2010. Rio sendiri hanya pernah menjadi pembalap penguji bersama Manor Racing di tahun 2010.

Berikut ini perbadingan prestasi Rio Haryanto dengan Esteban Ocon:

Rio Haryanto

– Berhasil Juara Formula Asia 2.0 2008

– Berhasil Juara Formula BMW Pacific 2009

– Berhasil Mencapai Peringkat kelima Seri GP3 2010

– Berhasil Mencapai Peringkat keempat Seri GP2 2015

– Menjadi Pembalap penguji Manor Racing 2010

Esteban Ocon

– Berhasil Mencapai Peringkat ketiga Eurocup Formula Renault 2.0 2013

– Berhasil Juara FIA Formula 3 Eropa 2014

– Berhasil Juara Seri GP3 2015

– Menjadi Pembalap penguji Lotus F1 2014

– Menjadi Pembalap penguji Force India 2015

– Menjadi Pembalap penguji Mercedes 2016

– Menjadi Pembalap penguji Renault 2016

2 Pembalap Senasib dengan Rio Haryanto

Pembalap F1 kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto dalam debutnya pertama di ajang jet darat ini harus gagal tampil satu musim penuh. Jalan pemuda dari Surakarta itu di Formula One bersama tim Manor Racing harus usai setelah 12 seri.

Pada hari Rabu (10 Agustus 2016) Manor Racing telah resmi mengumumkan Rio sebagai pendamping Pascal Wehrlein. Posisinya ini telah ditempati oleh pembalap asal Perancis yaitu Esteban Ocon. Sebagai opsi lainnya, Rio Haryanto ditawari menjadi pembalap cadangan untuk sisa musim 2016 ini.

Rio harus merelakan kursinya di Manor Racing karena terkait masalah keuangan. Rio diharuskan untuk melunasi 15 juta Euro sebagai syarat membalap bersama dengan Manor di F1 tetapi hingga separuh musim, Rio masih menunggak 7 juta Euro.

Ternyata nasib tragis yang dialami oleh Rio Haryanto yang harus terhenti di tengah musim juga pernah dialami oleh beberapa pembalap dengan status pay drivers lainnya. Berikut ini adalah ulasannya:

Jean Denis Deletraz

Jean Denis Deletraz memiliki kisah nasib yang mirip dengan Rio Haryanto. Kiprah pembalap yang berasal dari Swiss di ajang F1 harus terhenti di tengah jalan karena juga tidak mampu melunasi pembayaran bagi timnya.

Deletraz memulai debut balapannya di F1 pada saat seri terakhir musim 1994. Deletraz dapat membalap di F1 karena memang Larrousse membutuhkan dana lebih banyak dari pihak sponsor.

Pada saat musim 1995, Deletraz juga kembali membalap di ajang F1. Tetapi kali ini ia bergabung dengan Pacific Grand Prix Ltd sebagai status pay driver. Deletraz mulai membela Pacific di seri ke-13.

Dalam debutnya bersama dengan Pacific ia gagal finis dan di seri berikutnya, ia memperbaiki rekornya dengan mampu menyelesaikan balapan dengan ranking 15 tetapi ia ketinggalan tujuh lap dari pemenang balapan.

Di balapan selanjutnya, akhirnya Pacific mendepak Deletraz dan ia digantikan oleh Bertrand Gachot. Awalnya diperkirakan Deletraz akan mampu membalap hingga akhir musim tetapi ia didepak karena juga gagal dalam pembayaran.

Marcus Ericsson

Marcus Ericsson berlaga di ajang F1 pada musim 2014. Ia memperkuat tim Caterham. Status Ericsson yang dapat membalap di F1 sebagai pay driver. Pria yang berasal dari Swedia ini juga gagal dalam menyelesaikan musim. Tetapi bedanya, Ericsson gagal bukan karena tidak mampu membayar Caterham.

Ericsson harus kecewa karena masalah krisis finansial yang melanda Caterham karena timnya harus masuk ke tahap administrasi terkait perselisihan antara sang pemilik, Tony Fernandez dengan Engavest. Dalam kasus ini membuat Caterham harus melewatkan dua sesi balapan di musim 2014.

Memang Caterham dapat kembali membalap di seri terakhir di Abu Dhabi, tetapi Ericsson tidak dapat kembali tampil di seri tersebut. Ericsson yang telah kecewa dengan Caterham akhirnya memutus kontraknya tanggal 12 November 2014.

Ericsson kemudian direkrut oleh Sauber karena faktor finansial yang kuat dan juga performa yang baik Ericsson membuat Sauber tertarik kepadanya.